About this blog

Syalom

Make Up Membuatku Tidak Fokus


Saat aku tes wawancara dalam sebuah seleksi pertukaran pelajar, aku diminta untuk menyanyikan sebuah lagu. Entah mengapa, dari sekian lagu yang ku tahu, aku menyanyikan lagu “Pelangi sehabis Hujan”, sebuah lagu rohani. Aku tidak peduli lagi soal bedak yang luntur di siang bolong itu maupun banyaknya keringat yang membasahi bajuku.Namun, aku tetap bernyanyi dan “membebaskan diriku”. Tuhan melihat tidak hanya melalui make up di wajahku, pakaianku, maupun cemprengnya suaraku. Dia melihat hatiku. Ya, hanya Dia, bukan orang yang ada di ruangan itu, yang bisa dapat melihat apakah aku cantik atau tidak.
Itulah sebab aku berpendapat make up membuatku tidak menyembah dengan baik. Make up membuat kita hanya berfokus pada penampilan. Lucu kan bila kita buru-buru ke kamar mandi hanya untuk memperbaiki riasan fisik kita, sementara Tuhan Yesus mendiami dunia spiritual kita. Apakah kecantikan itu masih tetap didefinisikan dengan foto model-model yang menggandrungi TV atau majalah?. Menurutku, Tuhan adalah kecantikan itu sendiri. Semakin kita mirip dengan Dia maka semakin cantiklah kita. Itulah makanan bagi jiwa kita.
1 Petrus 3 : 3-4
“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambu, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetap perhiasanmu adalah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram yang sangat berharga di mata Allah.”

1 komentar:

Ooouhhh..... mkasih y wat artikel yang cukup menyentuh. Dengan begitu aku semakin sadar bahwa kecantikan sesorang itu akan mempunyai jalannya sendiri. Q percaya tuhan telah mendandani diriku secantik mungkin agar terlihat indah di antara para malaikat kesayangannya. So whatever dengan pendapat manusia duniawi tentang diriku.

 

Posting Komentar

Slide show